Bupati Herdiat, Kampung Zakat Masagi Sindangrasa Tonggak Kepedulian Sosial
Tjiamis,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menorehkan langkah maju, Kampung Zakat dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui penguatan nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial.
Ditandai dengan diresmikannya Kampung Zakat Masagi di Kelurahan Sindangrasa oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, bersama Baznas Ciamis dan intansi lainnya. Selasa (30/06/2026), Kini Sindangrasa resmi menjadi kampung zakat pertama, di tingkat kelurahan di Kabupaten Ciamis.
Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.
Hadirnya Kampung Zakat Masagi diharapkan, tidak hanya menjadi tempat penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi pusat penguatan ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan, serta tumbuhnya kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Herdiat Sunarya menegaskan keberadaan Kampung Zakat Masagi harus menjadi gerakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, Kabupaten Ciamis memiliki potensi zakat yang sangat besar dan apabila dikelola secara profesional, transparan, serta akuntabel, akan menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Paling utama tumbuhnya kepercayaan. Ketika masyarakat melihat zakat dikelola dengan baik dan disalurkan kepada yang berhak, mereka akan semakin yakin untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS,” ujarnya.
Herdiat menjelaskan saat ini kemampuan fiskal pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
Karena itu, zakat, infak, dan sedekah menjadi instrumen strategis yang dapat memperkuat peran pemerintah dalam mengurangi kemiskinan, membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendorong lahirnya kemandirian ekonomi.
Herdiat juga memberikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Ciamis, yang terus menunjukkan kinerja positif. Ia menyebut penghimpunan dana ZIS sejak tahun 2019 terus mengalami peningkatan, dan itu sebagai bukti semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang amanah, transparan, dan tepat sasaran.
“Sindangrasa mampu menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lainnya, dalam mengembangkan gerakan zakat berbasis pemberdayaan masyarakat,” harapnya.
Lebih lanjut Herdiat juga mengingatkan bentuk keberhasilan sebuah program, tidak diukur dari banyaknya penghargaan yang diraih, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Jangan berorientasi pada penghargaan. Jadikan kebermanfaatan bagi masyarakat sebagai tujuan utama, karena keberhasilan sesungguhnya adalah ketika program mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Herdiat mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk terus memperkuat budaya berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, serta seluruh lapisan masyarakat, Kampung Zakat Masagi diharapkan menjadi model pemberdayaan yang mampu melahirkan masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing menuju Ciamis yang maju dan berkelanjutan.