DKUKMP Ciamis Harap Koperasi Merah Putih Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Masyarakat
Tjiamis,- Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini tengah memasuki fase percepatan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Ciamis, Dadan Wiadi, menyatakan bahwa meskipun banyak proyek fisik yang masih di bawah 50 persen, secara keseluruhan sudah ada sekitar 158 unit KDKMP yang mulai dibangun, yang berarti sekitar 60 persen dari total target yang direncanakan.
“Pembangunan KDKMP dilakukan secara bertahap di setiap desa dan kelurahan, sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat perekonomian berbasis komunitas,” ungkap Dadan Selasa (27/1/2026) di kantornya.
Lanjutnya, walaupun jumlah unit yang dibangun cukup signifikan, progres fisik di lapangan masih menghadapi beberapa tantangan.
Beberapa masalah utama yang menghambat pembangunan, di antaranya tidak adanya lahan yang dimiliki oleh desa atau pemerintah di beberapa lokasi yang direncanakan. Kemudian luas lahan yang tersedia tidak memenuhi standar yang dibutuhkan, di mana idealnya KDKMP memerlukan lahan seluas 1.000 meter persegi.
“Termasuk lokasi lahan yang kurang strategis, yang berdampak pada aksesibilitas dan operasional yang kurang optimal,” katanya.
Untuk mengatasi kendala-kendala ini, beberapa desa kini mencari solusi alternatif. Sperti memaksimalkan aset desa yang sudah ada, berkoordinasi dengan instansi terkait, atau merencanakan penataan ulang lokasi.
Menurut informasi dari DKUKMP Ciamis, pembangunan fasilitas fisik KDKMP, yang mencakup gerai layanan dan pergudangan, ditargetkan akan selesai pada Februari 2026. “Pemerintah daerah berharap penyelesaian proyek ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi desa melalui koperasi yang lebih modern, tertata, dan terintegrasi,” jelas Dadan.
Baca juga: DKUKMP Ciamis Lakukan Pengecekan Alat Ukur BBM di Sejumlah SPBU
Kepala DKUMP Ciamis: Koperasi Merah Putih Perkuat Ekonomi Lokal
Dadan menambahkan, program KDKMP merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi lokal, dengan menyediakan pusat perdagangan, logistik, pemasaran UMKM, serta berbagai layanan usaha yang dekat dengan masyarakat.
“Jadi tujuan utama dari pembangunan KDKMP bukan hanya sekadar penyediaan bangunan fisik. Tetapi juga untuk menciptakan model bisnis koperasi yang dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” ucapnya.
Meskipun sebagian besar KDKMP terdaftar dalam sektor perdagangan, Dadan berharap koperasi ini dapat mengembangkan usaha di sektor lainnya, seperti pengolahan produk pertanian dan perkebunan lokal. Layanan keuangan mikro dan simpan pinjam, pemasaran produk UMKM desa. Layanan distribusi dan pergudangan atau sektor usaha lain yang sesuai dengan potensi unggulan tiap wilayah.
“Kami ingin KDKMP tidak hanya fokus pada sektor perdagangan, tetapi juga bisa mengoptimalkan potensi ekonomi lokal dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai usaha yang dapat memberikan manfaat lebih luas dan berkelanjutan,” pungkas Dadan (Red).