IGORNAS Ciamis Bangun Regenerasi Atlet Muda melalui Visitasi Oltrad
Tjiamis,- Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kabupaten Ciamis mendorong pembinaan olahraga tradisional (Oltrad) secara berkelanjutan, melalui visitasi cabang olahraga dan kompetisi pelajar sejak tingkat sekolah dasar (SD).
Upaya tersebut, menjadi bagian dari pencarian dan pengembangan bakat atlet muda agar potensi olahraga tradisional di Kabupaten Ciamis dapat dibina secara terarah sejak usia dini.
Ketua IGORNAS Kabupaten Ciamis, Asep Rustandi, mengatakan, pencarian bakat tidak cukup dilakukan saat kompetisi. Potensi anak perlu dikenali melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah bagaimana kita menemukan potensi anak. Mereka yang memiliki bakat nantinya bisa dibina lebih lanjut,” ujarnya.
Menurutnya, sekitar 490 sekolah dasar yang berada di Kabupaten Ciamis merupakan potensi besar untuk membangun basis atlet muda. Karena setiap sekolah memiliki anak dengan bakat olahraga berbeda.
Karena itu, visitasi cabang olahraga tradisional menjadi salah satu langkah untuk mengenalkan olahraga, sekaligus melihat minat dan kemampuan anak secara lebih dekat.
Upaya tersebut, kemudian diperkuat melalui Invitasi Olahraga Tradisional tingkat SD Kabupaten Ciamis 2026 di Atletik Linggabuana, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut mempertandingkan lima nomor Cabor diantaranya dagongan, sumpit, terompah panjang, egrang, dan hadang. Setiap nomor tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik, tetapi juga kerja sama, ketangkasan, keberanian dan konsentrasi.
Setiap kecamatan mengirimkan atlet untuk mengikuti seleksi. Dari proses tersebut akan dipilih 22 atlet terbaik untuk dipersiapkan mewakili Ciamis pada tingkat Provinsi Jawa Barat.
Asep menegaskan, prestasi olahraga tidak dapat dibangun secara instan. Atlet yang ditemukan sejak SD membutuhkan latihan, pengalaman bertanding dan pendampingan secara konsisten.
“Harapannya ke depan Oltrad tidak hanya jenjang SD, tetapi berkelanjutan. Jadi pembinaan bisa berlanjut sampai SMP dan SMA,” katanya.
Menurut Asep, kompetisi berjenjang penting agar atlet muda memiliki ruang untuk terus berkembang. Pembinaan juga membutuhkan dukungan guru olahraga, pembina, orang tua dan pemerintah.
IGORNAS berharap olahraga tradisional tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga membentuk anak yang disiplin, sportif, berani, bertanggung jawab dan mampu bekerja sama.
Ciamis sebelumnya memiliki catatan prestasi dalam olahraga tradisional pelajar. Dalam tiga tahun sebelumnya, Ciamis sempat meraih predikat juara umum tingkat Provinsi Jawa Barat.
Pengalaman tersebut, menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan sejak tingkat dasar. Potensi atlet yang telah ditemukan diharapkan tidak berhenti setelah mengikuti satu kompetisi.
“Kalau ada event atau invitasi setiap jenjang, pembinaan bisa berkelanjutan. Orang tua, pembina dan guru juga bisa terus mendampingi,” ujar Asep.
Melalui visitasi, penjaringan bakat dan kompetisi berjenjang, IGORNAS Ciamis berupaya membangun sistem pembinaan yang mampu melahirkan generasi atlet muda secara berkesinambungan.
Atlet berprestasi tidak lahir dalam sehari. Mereka ditemukan sejak dini, dibina secara konsisten, diberi pengalaman bertanding, kemudian dipersiapkan untuk membawa nama Ciamis ke tingkat lebih tinggi.