Wisata Ciamis Kian Berpotensi, Bukit Sindangrasa Dapat Respons Positif Dispar Ciamis
Tjiamis,- Pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Ciamis terus didorong melalui penguatan pengelolaan destinasi, peningkatan kualitas pelayanan, serta pengembangan potensi wisata alam dan sejarah.
Salah satu kawasan yang mendapat respons positif adalah Bukit Sindangrasa di Desa Cintanagara, Kecamatan Jatinagara, yang menyimpan jejak peninggalan kolonial Belanda dan berpotensi menjadi destinasi wisata sejarah.
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Ciamis, Dian Kusdiana, S.IP., M.M., yang akrab disapa Udeng, mengapresiasi potensi Bukit Sindangrasa. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki daya tarik yang layak dikembangkan dengan dukungan kelembagaan pengelola yang kuat dan keterlibatan aktif masyarakat setempat.
“Destinasi sejarah Sindangrasa sangat keren. Hanya saja bagaimana pengelola dibentuk di sana, kelembagaannya dibuat, sehingga nantinya ada penguatan pengelolaan,” ungkap Dian di Pendopo Kabupaten Ciamis, Rabu (28/10/2026).
Di sana juga Harus ada pengelolaan dan community-based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat, sehingga wisatawan merasakan kenyamanan dan keamanan selama berada di lokasi wisata.
“Di tempat Wisata kenyamanan merupakan salah satu faktor penting dalam membangun daya tarik destinasi wisata,” tegasnya.
Oleh karena itu, pengembangan Bukit Sindangrasa perlu diiringi penataan kawasan, perawatan peninggalan sejarah, peningkatan kapasitas pengelola, serta pelayanan yang ramah kepada pengunjung.
Bukit Sindangrasa memiliki potensi berupa bekas bangunan peninggalan kolonial yang berkaitan dengan pengolahan karet dan teh, serta saluran air yang dahulu dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air.
“Sejarah peninggalan, menjadi kekayaan sejarah yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata edukasi, sekaligus memperkaya pilihan destinasi di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Meski belum banyak dikenal masyarakat luas. Potensi tersebut, membuka peluang bagi pengembangan wisata yang memadukan sejarah, alam, dan pengalaman lokal.
Dengan pengelolaan yang terarah, Bukit Sindangrasa diharapkan mampu menarik minat wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dian menjelaskan, Dinas Pariwisata saat ini terus mendorong kesiapan pengelolaan destinasi, baik yang dikelola pihak swasta, pemerintah desa, maupun pemerintah daerah.
Peningkatan kualitas pelayanan atau hospitality juga menjadi perhatian, dengan tetap mempertahankan keramahan khas masyarakat Priangan Sunda.
Menurutnya, wisatawan dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, dan Bandung mulai melirik Ciamis, sebagai tujuan perjalanan.
Minat terhadap wisata alam, ketenangan, kenyamanan, serta pengalaman yang autentik menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
Selain itu, Dinas Pariwisata berupaya merangkul pelaku biro perjalanan guna memperluas akses dan memfasilitasi perjalanan wisata ke berbagai destinasi di Ciamis.
Kabupaten Ciamis sendiri memiliki beragam potensi wisata dan desa wisata dengan keunikan masing-masing. Desa Bangunharja, misalnya, dapat menonjolkan kerajinan lokal, sementara kawasan Sadanananya Raya dan Cadas Ngampar turut memperkaya pilihan wisata alam.
Dalam perkembangan tersebut, Bukit Sindangrasa berpeluang menjadi alternatif wisata sejarah yang melengkapi kekayaan destinasi Ciamis.
Dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat, serta kolaborasi dengan komunitas pemerhati sejarah diperlukan untuk menjaga kelestarian peninggalan, sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan.
Pengembangan Bukit Sindangrasa diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pariwisata Ciamis yang berkelanjutan, memperluas pilihan wisatawan, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.