BAZNAS Ciamis Ajak UPZ Kelola Zakat Lebih Produktif, Dorong UMKM Mandiri
Tjiamis,-Zakat memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat, keluar dari kesulitan ekonomi dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera. Karena itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis mengajak, seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memperkuat kerja sama, agar dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Lili Miftah, menegaskan keberhasilan pengelolaan zakat bukan hanya dilihat dari banyaknya dana yang terkumpul.
kan tetapi, dilihat dari sejauh mana dana tersebut mampu membantu masyarakat, yang membutuhkan dan meningkatkan kemandirian ekonomi umat.
Menurut Lili, setiap UPZ perlu mengelola dana sesuai kemampuan penghimpunan dan kebutuhan warga di wilayahnya. Dengan perencanaan yang tepat, zakat dapat menjadi solusi untuk membantu masyarakat menghadapi kesulitan, sekaligus membuka peluang kehidupan yang lebih baik.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan, UPZ yang menghimpun dana hingga Rp10 juta per bulan, diperuntukan memprioritaskan penanganan kemiskinan ekstrem.
Yang mana antuan dana tersebut, nantinya dapat diarahkan kepada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, membutuhkan biaya kesehatan, maupun menghadapi keadaan darurat.
Sedangkan untuk UPZ yang mampu menghimpun dana lebih dari Rp10 juta per bulan didorong untuk mengembangkan program pemberdayaan ekonomi.
Salah satunya melalui dukungan terhadap usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM), agar masyarakat memiliki kesempatan mengembangkan usaha, menambah penghasilan, dan memenuhi kebutuhan keluarga secara mandiri.
Lili juga mengajak seluruh pengelola zakat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, serta menjaga kepercayaan masyarakat. Ia berharap, kerja sama antara UPZ pemerintah dan berbagai pihak terus diperkuat, sehingga manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak warga.
Semangat pemberdayaan tersebut, terlihat dalam pelaksanaan Kampung Zakat ke-16 di Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Selasa (27/10/2026).
Kepala Desa Pamalayan, Agus Lutfi Mansur, menjelaskan pengumpulan zakat awalnya dilakukan di tingkat dusun, laju emakin lama proses tersebut semakin luas.
Seiring dengan perkembangannya, kegiatan tersebut kemudian disatukan menjadi UPZ tingkat desa pada 2023, agar pengelolaan zakat dapat berjalan lebih baik dan manfaatnya dirasakan lebih luas.
Masyarakat Pamalayan mengenal gerakan ini dengan nama TAWAP, singkatan dari Tabungan Akhirat Warga Pamalayan.
“Melalui TAWAP, warga diajak membiasakan diri berbagi rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama”, tuturnya.
Agus juga menyampaikan keberadaan UPZ di Pamalayan, telah membantu warga yang mengalami kesulitan ekonomi, membutuhkan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), maupun tertimpa musibah.
Bantuan tersebut, menjadi bukti dari semangat gotong royong yang tumbuh, dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Alhamdulillah, masyarakat sudah merasakan manfaatnya. Kami ingin terus meningkatkan pengelolaan UPZ, agar semakin banyak warga yang terbantu. Harapannya, manfaat zakat tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Pamalayan, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.
Melalui TAWAP, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya berbagi dan membantu sesama. Dengan pengelolaan zakat yang baik dan semangat kebersamaan, UPZ Desa Pamalayan diharapkan terus berkembang menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial, serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.