Pemkab Ciamis Ikuti Rakor Tingkat Provinsi Jabar, Perkuat Peluang Kerjasama Luar Negeri

Tjiamis,- Pemerintah Kabupaten Ciamis mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Kerjasama Luar Negeri Tingkat Provinsi Jawa Barat pada Selasa, (14/4/2026) di Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate, Bandung. Kegiatan ini diikuti seluruh Kepala Bagian Kerjasama dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab/Pemkot se Jawa Barat.
Rakor dibuka oleh Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri, Ahmad Fajri, secara daring, dan dipimpin oleh Analis Kebijakan Ahli Madya, Dwi Yani Anggun Sari.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa pemerintah daerah berperan sebagai pelaksana kerjasama luar negeri sesuai kewenangan administratif, tanpa menjadi penentu kebijakan politik luar negeri. Kerjasama dapat dilakukan dengan pemerintah asing, organisasi internasional, maupun lembaga non-pemerintah asing, selama memenuhi prinsip hubungan diplomatik, kesetaraan wilayah, serta selaras dengan kebijakan pembangunan nasional.
Adapun ruang lingkup kerjasama meliputi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pertukaran budaya, peningkatan kapasitas pemerintahan, serta promosi potensi daerah. Pemerintah daerah juga diingatkan untuk tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat, mematuhi regulasi yang berlaku, serta menghindari pelanggaran seperti membuat perjanjian internasional secara mandiri atau membuka kantor perwakilan di luar negeri.
Proses kerjasama luar negeri sendiri dilakukan melalui tahapan sistematis, mulai dari penjajakan hingga pelaporan, dengan persetujuan berbagai pihak, termasuk DPRD dan kementerian terkait. Pelaporan tahunan menjadi kewajiban, sebagai bagian dari pembinaan dan pengawasan oleh pemerintah pusat.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Kabupaten Ciamis, Budi Yudia Wahyu, menyampaikan, keikutsertaan Ciamis dalam rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas daerah.
“Melalui Rakor ini, pemerintah pusat dan provinsi mendorong daerah, termasuk Ciamis, untuk memanfaatkan kerjasama luar negeri sebagai solusi atas keterbatasan fiskal, sekaligus mendukung pembangunan, promosi potensi daerah, dan peluang kerja sama seperti sister city,” ujarnya. (Red)