Tjiamis,- Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Hanjuang Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jabar, melirik potensi tanaman holtikultura untuk dikembangkan di Desa Handapherang.
Ketua Bumdes Handapherang, Jujang mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggali potensi-potensi yang ada di Desa Handapherang untuk dijadikan usulan dalam program ketahanan pangan.
“Saat ini, ada aturan dari Kemendes bahwa 20 persen dari total Dana Desa diperuntukkan untuk program ketahanan pangan. Sebagai bentuk persiapan, kami terjun ke lapangan, untuk melihat potensi apa yang bisa dimaksimalkan di program ketahanan pangan. Untuk selanjutnya diusulkan dalam musyawarah desa (Musdes),” ungkap Jujang, Minggu (9/2/2025) saat meninjau panen kangkung milik Bah Deyo Ketua Kelompok Tani Pasir Ngahiji RW 06 Dusun Cikatomas Handapherang.
Kata dia, potensi yang ada di Desa Handapherang cukup menunjang untuk program ketahanan pangan. Baik itu potensi bidang pertanian dan peternakan.
“Karena sekarang program ketahanan pangan ini dikelola Bumdes, maka perencanaan dan eksekusinya harus terukur. Analisanya harus benar-benar matang. Bagaimana caranya, program ketahanan pangan ini mampu memberdayakan masyarakat dan tentunya harus ada untung karena Bumdes ini adalah badan usaha,” jelas Jujang.
Potensi Tanaman Pangan dan Holtikultura di Desa Handapherang
Adapun lanjutnya, beberapa potensi yang ada di Desa Handapherang antara lain, pertanian padi dan jagung (tanaman pangan), pertanian sayuran dan buah (tanaman holtikultura), kemudian banyak juga masyarakat yang melakukan penggemukan sapi, domba dan kambing.
“Untuk sektor perikanan memang tidak terlalu bagus, karena faktor kurangnya pasokan air. Termasuk padi juga sebenarnya tidak optimal karena dalam setahun paling bagus hanya 2 kali masa tanam. Itu dikarenakan lahan pertanian di Handapherang mayoritas tadah hujan,” papar Jujang yang masih aktif di dunia jurnalistik ini.
Dengan kondisi seperti itu, Jujang justru melirik potensi tanaman holtikultura (sayur dan buah). Tanaman tanaman tersebut tidak membutuhkan pasokan air yang melimpah. “Sayuran dan buah cukup dicebor, kemudian dari masa tanam ke panen itu pendek. Sehingga bisa terus berkelanjutan,” ucapnya.
Kemudian tambah Jujang, sayuran dan tanaman buah akan sangat menunjang untuk pemenuhan kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG). “Program ketahanan pangan ini kan dilaksanakan sebagai penunjang program makan bergizi gratis. Saya yakin kedepan dapur dapur umum program MBG ini akan melibatkan potensi-potensi lokal, terutama komoditas sayur dan buah dari petani,” kata Jujang.
Jujang sebagai Ketua Bumdes Handapherang mengaku tertarik untuk menjadikan tanaman holtikultura (sayuran dan buah-buahan) untuk dijadikan program unggulan ketahanan pangan di Desa Handapherang.
“Analisa usaha dari para petani akan kita lihat dan kaji dulu. Jika menunjang dan menguntungkan tentu ini akan jadi prioritas,” pungkasnya.
Poktan Pasir Ngahiji Sukses Tanam Sayuran
Poktan Pasir Ngahiji RW 06 Dusun Cikatomas telah membuktikan keberhasilan menanam sayuran dan buah.
Bah Deyo, Ketua Kelompok Tani Pasir Ngahiji RW 06 Dusun Cikatomas menyebut, jika dirinya mendapatkan keuntungan yang berlipat dari menanam kangkung.
Saat ini Ia menanam kangkung di area lahan seluas 50 bata. Dengan modal 400.000 rupiah untuk upah pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk dan lainnya. Bah Deyo mengaku bisa menjual kangkung saat panen mencapai 1.050 ikat. Per ikatnya itu dibeli Rp 1.000 oleh bandar.
“Dari masa tanam sampai panen itu waktunya 28 hari, atau 4 mingguan. Modal hanya Rp 400 ribu, dapat hasil panen 1.050.000, ada keuntungan Rp 650.000. Itu luar biasa. Dan menanam kangkung itu sangat mudah, asal rajin perawatan,” ujar bah Deyo.
Sementara itu Ketua RW 06 Dusun Cikatomas Handapherang Taufan Nugraha, menyambut baik langkah Bumdes Hanjuang menggaet para petani untuk memaksimalkan program ketahanan pangan.
“Kami sangat berharap kehadiran Bumdes bisa lebih meningkatkan semangat petani untuk menjadikan pertanian sebagai ladang usaha. Karena saat ini generasi penerus petani sudah mulai berkurang,” ucapnya.
Dengan hadirnya Bumdes yang memiliki jangkauan luas, para petani tidak usah khawatir untuk menjual hasil pertaniannya. (Feri)









