Berita TerbaruPemerintahan

Calon Jamaah Haji Tertua Ciamis Berusia 96 Tahun Siap Berangkat ke Tanah Suci

Tjiamis,– Ratusan calon Jamaah haji Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sudah mematangkan kesiapan pemberangkatan lewat manasih haji yang dilaksanakan Rabu (1/4/2026) di gedung Islami Center.

Manasik haji tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Ciamis, Nana Supriatna mengatakan, jumlah jamaah haji Ciamis tahun 2026 sebanyak 856 orang.

“Kouta dasar Ciamis itu 710 jamaah, namun ada mutasi masuk dan optimalisasi cadangan sehingga jumlahnya menjadi 856 orang,” ungkap Nana.

Baca juga: Lepas Jamaah Calon Haji, Bupati Ciamis Beri Pesan Agar Jaga Kesehatan dan Disiplin Ibadah

Ratusan jamaah haji tersebut akan berangkat pada kloter 15 dan kloter 31. Pihaknya pun mengklaim persiapan sudah sangat maksimal. “Kita juga berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait dengan kondisi di sana. Alhamdulillah masih aman, jadi pemberangkatan masih sesuai jadwal,” katanya.

Ia menyebut, untuk jamaah haji tahun 2026 dari Ciamis ada yang termuda usia 17 tahun dan yang tertua 96 tahun.

Adapun kegiatan manasik haji ini, bertujuan untuk memberikan pencerahan, pemahaman mendalam, simulasi praktis di lapangan, serta pembekalan ilmu yang komprehensif kepada para peserta.

“Saya berharap pembekalan ini dapat membuat setiap jemaah mampu melaksanakan ibadah haji secara mandiri, tertib, sah, sekaligus memenuhi seluruh syarat rukun dan wajib haji tanpa mengalami kebingungan sedikit pun di Tanah Suci nantinya,” pungkasnya.

Pesan Bupati Ciamis kepada Calon Jamaah Haji

Sementara itu Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan pentingnya pemahaman esensi ibadah haji bagi calon jemaah. Ia mengingatkan bahwa haji wajib bagi Muslim yang mampu, baik secara finansial maupun fisik dan mental.

Selain pembekalan spiritual, Bupati Herdiat juga menekankan kesehatan dan kesiapan fisik. Calon jemaah dianjurkan menjaga pola makan seimbang, istirahat cukup, dan rutin berolahraga ringan, mengingat perbedaan cuaca ekstrem antara Indonesia dan Tanah Suci dapat menimbulkan risiko kesehatan. Ia juga mengingatkan agar niat diluruskan dan ketahanan fisik dipersiapkan sejak dini agar ibadah dapat dijalankan dengan optimal.

Tak kalah penting, Herdiat menyoroti keamanan dan kelancaran perjalanan haji di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah. Ia berharap kondisi eksternal tidak mengganggu jadwal penerbangan maupun kenyamanan jemaah. Ia mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah haji 2026 berjalan lancar, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan, sehingga jemaah kembali dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga tercinta. (Juj)

Back to top button