Berita Terbaru

Dorong Kajian Harga LPG 3 Kg, Hiswana Migas dan Unigal Gelar FGD di Ciamis

Tjiamis,- DPC Hiswana Migas Priangan Timur bersama Pusat Kajian Hukum Unigal menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Cafe Songka, Lingkungan Bolenglang, Ciamis, Senin (11/05/2026). Kegiatan ini membahas kajian kondisi distribusi serta penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg di wilayah Priangan Timur.

FGD tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Ciamis, Dadang Darmawan. Acara ini juga dihadiri perwakilan pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, serta aparat keamanan.

FGD tersebut melibatkan peserta dari Kabupaten Ciamis Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran. Mereka terdiri dari agen LPG, pangkalan, konsumen, serta instansi terkait lainnya yang terlibat dalam distribusi LPG 3 Kg di wilayah Priangan Timur.

Ketua DPC Hiswana Migas Priangan Timur, Faujiana Fatah menyampaikan digelarnya forum ini menjadi ruang bersama, untuk membahas kondisi aktual distribusi LPG 3 Kg di lapangan. Dalam pembahasan ini, difokuskan pada keseimbangan antara keterjangkauan harga bagi masyarakat dan keberlanjutan biaya distribusi.

“HET LPG 3 Kg di Priangan Timur saat ini berada pada kisaran Rp14.600 hingga Rp16.000,” tegasnya.

Faujiana menyebutkan, harga tersebut belum mengalami penyesuaian selama sekitar 14 tahun, sementara biaya operasional distribusi kini terus meningkat. Menurutnya, kenaikan biaya dipengaruhi oleh harga bahan bakar minyak (BBM), biaya transportasi, serta kebutuhan operasional lainnya.

“Kondisi ini membuat kajian penyesuaian harga menjadi penting, agar distribusi LPG tetap berjalan efisien dan stabil,” jelasnya.

Faujiana menegaskan Hiswana Migas bersama tim akademisi dari Universitas Galuh hanya menyusun kajian dan memberikan rekomendasi berdasarkan data lapangan.

“Hasil FGD ini bersifat akademis dan teknis, sebagai bahan pertimbangan pemerintah daerah,” tambahnya.

Faujiana juga menyampaikan keputusan akhir terkait penetapan atau penyesuaian HET, tetap berada di tangan pemerintah daerah masing-masing. Proses tersebut, akan mempertimbangkan berbagai data pendukung dari Bank Indonesia, BPS, Dinas Perdagangan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Melalui FGD ini, seluruh pihak berharap dapat memperkuat sinergi lintas sektor. Selain itu, berlangsungnya kegiatan ini juga mampu menghasilkan kebijakan harga LPG 3 Kg yang lebih seimbang, menjaga kelancaran distribusi energi, serta tetap melindungi daya beli masyarakat secara berkelanjutan di wilayah Priangan Timur.

Back to top button