Pemilik Salon di Banjarsari Ciamis Diduga Jadi Korban Intimidasi Preman Berkedok Ormas, Kuasa Hukum Desak Polisi Tindak Tegas
Tjiamis.com,- Insiden dugaan intimidasi oleh sekelompok orang yang diduga preman berkedok ormas terjadi di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Korban berinisial W, seorang perempuan pemilik usaha salon, mengungkapkan bahwa ia didatangi belasan orang terkait persoalan utang yang melibatkan suaminya.
Kejadian tersebut berlangsung pada Senin (21/6/2025) siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, W tengah bekerja di salonnya ketika empat mobil berhenti di depan lokasi. Sekelompok orang turun dan langsung masuk ke dalam salon tanpa izin.
“Mereka datang dengan nada tinggi, marah-marah sambil menanyakan soal utang suami saya. Padahal saya tidak tahu-menahu tentang itu karena suami saya sedang berada di luar kota,” ucap W kepada sejumlah awak media.
Lebih dari sekadar adu mulut, para pelaku juga mengancam akan menarik paksa kendaraan milik W sebagai bentuk tekanan agar utang segera dilunasi.
Merasa terintimidasi, W bersama kuasa hukumnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ciamis pada Selasa (24/6/2025).
Sementara itu, Poppy Hermaya, S.H., M.H salah satu Kuasa Hukum W dari Kantor Hukum PIR Law Firm, menekankan apa yang dialami kliennya termasuk tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum.
Bahkan, Poppy juga meminta aparat segera mengambil langkah tegas.
“Kami telah melengkapi bukti-bukti dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian. Harapan kami, kasus ini segera diusut tuntas. Intimidasi seperti ini tidak boleh dibiarkan karena mengganggu rasa aman masyarakat,” tegas Poppy.
Lebih lanjut, ia juga meminta Satgas Anti-Premanisme untuk aktif melakukan penindakan terhadap kelompok-kelompok yang menggunakan nama ormas sebagai kedok untuk menekan dan menakut-nakuti warga.
“Kami mendorong penegak hukum, khususnya satgas premanisme untuk membersihkan praktik-praktik seperti ini dari wilayah Ciamis,” pungkasnya. (Ocky/Tjiamis.com)