Capaian KB Pasca Persalinan di Kabupaten Ciamis Tembus 80 Persen

Tjiamis,- Capaian program Keluarga Berencana (KB) Pasca Persalinan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mencapai 80 persen pada Triwulan III tahun 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan kehamilan setelah persalinan.
Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan Keluarga, dan Kesejahteraan Keluarga (KBKK) DP2KBP3A Kabupaten Ciamis, Wati Kuswantini, mengungkapkan capaian tersebut saat ditemui pada Rabu (21/10/2026).
Menurut Wati, capaian KB Pasca Persalinan di Kabupaten Ciamis pada 2025 bahkan menjadi yang tertinggi di Jawa Barat.
“Pada tahun 2025 lalu, capaian KB Pasca Persalinan di Kabupaten Ciamis menjadi yang tertinggi se-Jawa Barat,” ungkap Wati, didampingi fungsional Bidang KBKK DP2KBP3A Ciamis, Dede Iyet Rochaeti.
Wati menjelaskan, KB Pasca Persalinan merupakan pelayanan kontrasepsi yang diberikan kepada ibu setelah melahirkan, terutama dalam periode hingga 42 hari pascapersalinan.
Program ini bertujuan membantu ibu merencanakan kehamilan berikutnya dengan lebih baik, mengatur jarak kehamilan ideal minimal dua tahun, serta mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Untuk terus meningkatkan capaian program tersebut, pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk mendorong keterlibatan suami dalam menentukan metode kontrasepsi yang tepat setelah persalinan.
Menurut Wati, perencanaan keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, melainkan juga membutuhkan peran aktif ayah.
“Urusan persalinan bukan hanya urusan ibu, tetapi juga urusan ayah. Keterlibatan suami dalam mendukung program KB Pasca Persalinan di Kabupaten Ciamis terus meningkat karena kami mengintensifkan program AMAN (Ayah Idaman) dan GANTI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia),” jelasnya.
Melalui kedua program tersebut, para ayah didorong untuk mendampingi istri selama proses persalinan sekaligus berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait perencanaan keluarga dan penggunaan kontrasepsi pascapersalinan.
Sementara itu, Fungsional Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dede Iyet Rochaeti menambahkan, pemilihan kontrasepsi pascapersalinan merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, penggunaan kontrasepsi setelah melahirkan memiliki sejumlah manfaat, salah satunya mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dalam waktu terlalu dekat.
“Salah satu manfaat utama kontrasepsi pascapersalinan adalah mencegah kehamilan yang tidak diinginkan,” ujar Iyet.
Ia menambahkan, jarak kehamilan yang terlalu dekat dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi kesehatan bagi ibu dan bayi. Oleh karena itu, penggunaan kontrasepsi dapat membantu pasangan merencanakan kehamilan secara lebih matang.
“Kehamilan dengan jarak yang terlalu dekat dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan bagi ibu dan bayi. Karena itu, kontrasepsi membantu ibu dan pasangan merencanakan kehamilan dengan lebih baik,” jelasnya. (Dicky)