Ketua DPRD CIAMIS Apresiasi Petani Muda Cikatomas Panen 3 Ton Semangka di Lahan Kering
Tjiamis,-Kemarau bukan penghalang untuk meraih hasil. Di tangan pemuda kreatif, lahan kering yang sebelumnya tidak produktif justru mampu menghasilkan panen yang menjanjikan.
Hal inilah yang dibuktikan Septian Mulyana, atau akrab disapa Iyan, pemuda asal Dusun Cikatomas, Desa Handapherang, Kabupaten Ciamis. Telah membuktikan keterbatasan lahan bukanlah penghalang, untuk mengembangkan usaha pertanian.
Kini dari lahan kering tersebut, iyan telah berhasil menghasilkan sekitar 3 ton semangka dalam waktu 60 hari.
Dengan memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 110 bata, Iyan membudidayakan semangka jenis Dansa merah. Sebanyak 1.200 pohon ditanam hingga menghasilkan panen yang kini diminati pembeli.
Keberhasilannya itu, bermula dari keinginannya menghidupkan kembali lahan yang tidak produktif akibat kekeringan. Berbekal ide dari seorang teman dan belajar secara otodidak, Iyan memberanikan diri mencoba budidaya semangka.
Dengan modal sekitar Rp8 juta, ia mengelola kebun bersama keluarganya. Hasilnya cukup menggembirakan, yakni sekitar 3 ton semangka yang dijual dengan harga Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
“Berkat ide teman lalu saya mempelajarinya, sehingga memanfaatkan lahan yang sudah tidak produktif karena kekeringan ini, sekarang menjadi produktif, ini hasil saya belajar sendiri ” ungkapnya.
Tidak di sangka hasil panen tersebut, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Bahkan pembeli juga datang langsung ke kebun untuk memetik semangka sesuai pilihan mereka.
Dalam sehari, penjualan semangka rata-rata mencapai sekitar 5 kuintal. Iyan pun berharap seluruh hasil panennya segera terjual dan usaha tersebut dapat terus berkembang.
Ke depan, ia juga berencana untuk memperluas lahan tanam agar produksi meningkat, sekaligus membuka peluang pendapatan yang lebih besar bagi keluarganya.
Keberhasilan Iyan menarik perhatian serta mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, yang mengunjungi lokasi panen. Sabtu (24/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Nanang didampingi Kepala Desa Handapherang, Ketua RW, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Turut serta memetik lalu menimbang semangka yang memiliki bobot mencapai 5,5 kilogram.
Nanang menilai usaha Iyan menjadi contoh kreativitas petani dalam menghadapi musim kemarau. Menurutnya, lahan terbatas tetap berpeluang menghasilkan apabila dikelola dengan kemauan dan inovasi.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk lebih berani memanfaatkan potensi pertanian di lingkungan masing-masing.
Sebagai Ketua RW 06 Dusun Cikatomas, Taufan Nugraha, yang mengaku bangga atas pencapaian Iyan.
“Keberhasilan ini, dapat menginspirasi generasi muda untuk melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan,” tuturnya.
Taufan juga berencana mendorong pengembangan lahan tadah hujan lainnya, agar kembali produktif. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah menjadikan kebun semangka sebagai destinasi wisata petik buah.
Menurutnya, pengembangan tersebut dapat membuka peluang usaha baru sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Iyan juga diharapkan bisa berbagi pengalaman dan menjadi instruktur bagi petani muda yang ingin mengembangkan budidaya serupa. Dukungan permodalan akan dibahas bersama pemerintah desa, BUMDes, dan Bank Galuh.
Sementara itu, Kepala Desa Handapherang, Tantan Sontani, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Iyan. Ia berharap semakin banyak pemuda berani mengembangkan potensi lahan yang tersedia.
Kisah Iyan menjadi bukti bahwa lahan kering bukan berarti kehilangan peluang. Dengan kreativitas, ketekunan, dan dukungan bersama, lahan yang semula tidak produktif dapat berubah menjadi sumber penghasilan dan membuka harapan baru bagi pertanian desa.