DPMPTSP: Koridor Ekonomi Selatan Jabar Buka Peluang Ciamis Jadi Pusat Agroindustri

Tjiamis,- Kabupaten Ciamis diproyeksikan berkembang menjadi pusat agroindustri dan distribusi pangan di Priangan Timur seiring masuknya daerah tersebut dalam pengembangan Koridor Ekonomi Selatan Jawa Barat. Posisi strategis itu diharapkan mampu mengubah peran Ciamis dari sekadar daerah penghasil bahan baku menjadi kawasan dengan industri pengolahan yang lebih maju.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ciamis, Eka, mengatakan Ciamis memiliki fungsi sebagai wilayah pangan sekaligus daerah penyangga (hinterland) yang mendukung aktivitas produksi di kawasan Koridor Selatan. Dengan potensi tersebut, Ciamis ditargetkan menjadi pusat distribusi berbagai produk pertanian.
“Peran ini menjadikan Ciamis sebagai pemasok utama bahan baku pertanian sekaligus penyangga kebutuhan wilayah perdagangan dan jasa di sekitarnya,” ujarnya kepada HR Online, Senin (4/7/2026).
Menurut Eka, kekuatan ekonomi Ciamis juga cukup besar. Bersama Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis menjadi penopang sekitar 77 persen perekonomian di Koridor Selatan Jawa Barat. Pada 2025, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Ciamis tercatat mencapai sekitar Rp47 triliun.
Dominasi sektor pertanian yang menyumbang hampir 29 persen terhadap ekonomi koridor membuka peluang investasi yang luas. Peluang tersebut meliputi industri pengolahan hasil pertanian dan perikanan, pembangunan sentra pangan, kawasan agrohortikultura, hingga fasilitas pendukung seperti pergudangan, rumah kemas, pusat distribusi regional, dan cold storage.
Eka menilai tantangan utama saat ini masih terletak pada belum optimalnya hilirisasi dan integrasi rantai nilai. Karena itu, investasi pada industri pengolahan, termasuk sektor makanan dan minuman, menjadi prioritas agar hasil pertanian tidak lagi dipasarkan hanya dalam bentuk bahan mentah.
Ia menambahkan, investasi di sektor konektivitas, transportasi, pergudangan, perdagangan, dan industri pengolahan diperkirakan mampu menghasilkan multiplier effect hingga 1,78 kali. Artinya, setiap investasi yang masuk berpotensi memberikan dampak ekonomi sebesar 1,78 kali nilai investasinya.
Dari sisi regulasi, kemudahan investasi didukung Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021. Selain itu, Ciamis memiliki akses yang terhubung dengan pusat perdagangan di Kota Tasikmalaya dan Kota Banjar, serta kawasan wisata Pangandaran.
“Dengan peluang yang ada di Koridor Selatan, kami optimistis pertumbuhan investasi di Ciamis akan meningkat secara progresif dan berkelanjutan dalam satu hingga dua dekade mendatang,” pungkas Eka. (Red)