Berita Terbaru

FKUB Ciamis Ikuti Penghargaan Toleransi Internasional 2026

Tjiamis.com,- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ciamis memperkenalkan pengalaman menjaga toleransi masyarakat Tatar Galuh ke tingkat internasional. FKUB Ciamis mengikuti King Hamad Award for Coexistence and Tolerance 2026 di Bahrain.

Ketua FKUB Kabupaten Ciamis, dr. Sumadi, mengatakan keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan praktik kerukunan di daerah. Menurutnya, masyarakat dengan latar belakang agama dan keyakinan berbeda dapat hidup harmonis melalui sikap saling menghormati.

Ia menegaskan bahwa toleransi tidak cukup hanya menjadi slogan. Masyarakat perlu menerapkannya melalui komunikasi, penghormatan terhadap perbedaan, dan keterlibatan berbagai elemen.

FKUB Ciamis Masuki Tahap Penilaian Internasional

Sumadi menjelaskan, FKUB Ciamis telah menyelesaikan seluruh dokumen dan tujuh bagian persyaratan nominasi. Saat ini, penyelenggara tengah menilai kelengkapan dan substansi nominasi tersebut.

“Seluruh dokumen dan tujuh bagian persyaratan nominasi sudah kami penuhi. Saat ini, keikutsertaan Ciamis telah memasuki tahap penilaian atau asesmen,” ungkap Sumadi.

King Hamad Award for Coexistence and Tolerance merupakan penghargaan internasional bagi individu dan organisasi yang berkontribusi dalam mendorong toleransi, kehidupan bersama, dan perdamaian.

Penyelenggara menilai sejumlah aspek, seperti dampak program, keberlanjutan, inovasi, relevansi, dan metode yang digunakan untuk membangun kerukunan.

Baca Juga: Keseruan Mahasiswa UNPAR Kunjungi Kampung Kerukunan Ciamis

Ciamis Andalkan Capaian Kerukunan Umat Beragama

Sumadi menyebut sejumlah capaian daerah menjadi modal FKUB Ciamis dalam mengikuti penghargaan tersebut.

Pada 2025, Kabupaten Ciamis meraih peringkat kedua nasional dalam Harmony Award dari Kementerian Agama. Ciamis juga memperoleh penghargaan Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) dari Kementerian Dalam Negeri.

Selain itu, Indeks Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Ciamis tercatat sebesar 83,50. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan indeks nasional sebesar 77,89.

Capaian itu menjadi salah satu indikator kondisi kerukunan masyarakat Ciamis. FKUB berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam memperkuat toleransi di tengah keberagaman.

FKUB Ciamis Dorong Toleransi dan Perdamaian

Sumadi menilai pengalaman Ciamis relevan dengan tantangan global, seperti konflik, polarisasi identitas, dan intoleransi. Karena itu, partisipasi dalam ajang internasional ini diharapkan membuka peluang pertukaran gagasan dan pengalaman.

Meski hasil akhir penilaian belum diumumkan, FKUB Ciamis tetap melihat nominasi ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan kehidupan masyarakat Tatar Galuh kepada dunia.

FKUB berharap masyarakat terus menjaga kerukunan melalui kebersamaan dan sikap saling menghormati. Dengan demikian, toleransi tidak hanya menjadi capaian pemerintah daerah, tetapi juga tanggung jawab seluruh warga.

Back to top button