Berita TerbaruPemerintahan

DKUKMP Ciamis Serukan Kewaspadaan Terkait Kelangkaan Minyakita, Jaga Pembelian Berlebih

Tjiamis,- Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Ciamis, mengalami kesulitan menemukan Minyakita di pasaran. Kelangkaan minyak goreng subsidi ini diduga dipicu oleh kombinasi faktor global dan masalah dalam kebijakan distribusi dalam negeri yang belum berjalan optimal.

Salah satu faktor utama yang memperburuk kondisi ini adalah fluktuasi harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional. Kenaikan harga CPO yang tak terkontrol berdampak langsung pada harga minyak goreng, termasuk Minyakita, yang sulit distabilkan.

Selain itu, belum optimalnya pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) oleh produsen juga menjadi faktor penghambat pasokan minyak goreng subsidi tersebut ke pasar domestik.

DMO merupakan kebijakan yang mengharuskan produsen minyak sawit untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sebelum melakukan ekspor. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan Minyakita di pasaran serta menjaga kestabilan harga melalui subsidi dan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET), yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, sejauh ini, mekanisme ini belum sepenuhnya dapat mengatasi ketidakseimbangan pasokan yang terjadi.

Baca juga: DKUKMP Ciamis Harap Koperasi Merah Putih Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Masyarakat

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ciamis, Dadan Wiadi, mengungkapkan bahwa kelangkaan Minyakita di pasaran sudah mulai terasa, terutama di pasar tradisional. “Berdasarkan laporan yang kami terima, memang dalam beberapa waktu terakhir Minyakita sulit ditemukan di sejumlah lapak pedagang, terutama di Pasar Manis Ciamis. Banyak pedagang yang bahkan sudah tidak lagi menjual karena stoknya habis,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Dadan menambahkan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan beberapa langkah untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng subsidi tersebut. Salah satu usulan yang kini tengah dipertimbangkan adalah pelibatan Perum Bulog sebagai salah satu distributor Minyakita, yang selama ini hanya didistribusikan melalui jalur distribusi tertentu. Dengan melibatkan Bulog, diharapkan distribusi Minyakita bisa lebih merata dan terkontrol.

“Mudah-mudahan dengan adanya pola distribusi baru, termasuk keterlibatan Bulog sebagai distributor, pasokan Minyakita di Ciamis dapat kembali stabil dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik. Kami juga berharap langkah ini dapat mengurangi penyalahgunaan distribusi yang sering kali mengarah pada kelangkaan,” pungkasnya. (Red)

Back to top button