Kemenbud Dorong Situs Galuh di Ciamis Masuk Prioritas Nasional
CIAMIS;- Kabupaten Ciamis menyimpan kekayaan sejarah yang cukup besar. Sekitar 1.200 situs bersejarah tersebar di berbagai wilayah dan menyimpan jejak penting peradaban Sunda Galuh.
Potensi tersebut mendapat perhatian dari Kementerian Kebudayaan. Pemerintah pusat menilai Ciamis memiliki modal kuat untuk memperkenalkan narasi peradaban Sunda Galuh hingga tingkat nasional.
Staf Khusus Kementerian Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Anissa Rengganis, menyampaikan hal itu saat menghadiri tradisi Nyiar Lumar di kawasan Situs Cagar Budaya Astana Gede Kawali, Sabtu malam (5/9/2026).
Anissa hadir mewakili Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Ia mengapresiasi masyarakat Ciamis yang terus menjaga tradisi sekaligus merawat peninggalan sejarah sebagai bagian dari identitas daerah.
Menurut Anissa, Ciamis memiliki narasi sejarah yang kuat melalui jejak peradaban Sunda Galuh. Karena itu, pemerintah daerah perlu mengemas dan mengenalkan potensi tersebut agar semakin banyak masyarakat mengetahui sejarah Galuh.
“Kita melihat potensi yang luar biasa di Ciamis. Jejak peradaban Sunda Galuh memiliki narasi yang kuat dan perlu terus diperkenalkan,” ujar Anissa.
Kementerian Kebudayaan juga mendorong Pemkab Ciamis mengambil langkah strategis untuk melestarikan ribuan situs yang tersebar di wilayah tersebut.
Baca juga: Adat Nyangku, Bupati Ciamis Ingatkan Jaga Budaya
Anissa mengatakan pemerintah pusat membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk mengusulkan situs-situs bersejarah Ciamis. Usulan tersebut nantinya dapat masuk dalam pembahasan dan pertimbangan sebagai bagian dari prioritas pelestarian budaya di tingkat nasional.
“Pemerintah pusat menunggu inisiatif dari pemerintah daerah untuk mengajukan situs-situs yang ada di Ciamis,” katanya.
Perhatian terhadap kekayaan sejarah Ciamis itu bertepatan dengan kembali hadirnya tradisi Nyiar Lumar. Masyarakat kembali menggelar tradisi tersebut setelah sempat berhenti pada 2020 dan 2024. Tradisi itu sendiri telah berlangsung sejak 1998.
Ribuan warga memadati kawasan Astana Gede Kawali untuk menyaksikan rangkaian kegiatan. Sejumlah kelompok seni turut tampil dan menghidupkan kembali suasana budaya di kawasan situs bersejarah tersebut.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan Nyiar Lumar lahir dari kolaborasi pemerintah bersama seniman, budayawan, tokoh masyarakat dan warga.
Ia melihat tradisi tersebut bukan hanya sebagai kegiatan budaya, tetapi juga memiliki peluang besar untuk mendorong sektor wisata.
“Nyiar Lumar bukan sekadar perayaan lokal, melainkan aset wisata budaya yang harus terus kita rawat,” kata Herdiat.
Herdiat berharap masyarakat dan pemerintah dapat terus mengembangkan konsep Nyiar Lumar agar semakin menarik bagi pengunjung dari luar Ciamis.
“Ke depan, mari kita kemas bersama agar daya tariknya semakin meningkat dan mampu mendatangkan wisatawan berskala lebih besar lagi,” ujarnya.
Perwakilan panitia, Abah Ocay, mengatakan panitia menghadirkan 18 pagelaran kesenian dalam Nyiar Lumar tahun ini.
Panitia juga melibatkan pelajar dalam rangkaian kegiatan. Keterlibatan generasi muda tersebut diharapkan memperkuat proses pewarisan budaya sehingga sejarah dan tradisi Galuh tetap hidup serta mendapat tempat di tengah generasi berikutnya.